Arabika cenderung memiliki rasa yang lebih manis, lembut, dan asam

Mana yang Lebih Nikmat? Kopi Arabika atau Robusta?

Kopi sebenarnya terdiri dari empat jenis, namun arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea canephora) lah yang paling populer diolah jadi minuman. Apa bedanya?

Kopi arabika sering disebut lebih baik daripada robusta. Ternyata, masing-masing punya kelebihan. Inilah yang membedakan keduanya.

1. Produksi

Kopi arabika menyumbang 75-80% produksi kopi dunia dan banyak ditanam di Amerika Latin, meski ada pula di Afrika dan Papua Nugini. Sementara itu, kopi robusta yang berkontribusi 20% terhadap pasokan kopi dunia banyak ditanam di Vietnam, Afrika, dan Indonesia.

2. Tanaman kopi

Secara umum kopi arabika bisa ditanam di tempat lebih tinggi (ketinggian 600-2200 meter) dengan suhu lebih sejuk (15-24 C) dan curah hujan lebih rendah (1200-2200 mm). Kopi arabika juga bisa menyerbuki diri sendiri, sehingga memiliki mutasi dan variasi lebih rendah selama hidupnya dibanding robusta.

Sebaliknya, kopi robusta dapat ditanam di dataran rendah (0-800 meter) dengan suhu 18-36 C dan curah hujan lebih tinggi (2200-3000 mm). Kopi robusta bergantung pada penyerbukan silang. Hasil panennya per hektar lebih banyak daripada arabika.

3. Bentuk biji kopi

Biji kopi arabika lebih besar, lonjong, dan pipih. Berbeda dengan biji kopi robusta yang lebih kecil, bulat, dan cembung. Kedua jenis biji kopi ini juga memiliki perbedaan struktural yang membuat hasil panggangan keduanya berbeda meski dalam kondisi identik.

4. Kandungan nutrisi

Kafein dan asam klorogenat diketahui sebagai penghalau serangga danchemosterilants (senyawa yang menyebabkan hama mandul). Robusta memiliki keduanya dalam kadar lebih tinggi daripada arabika. Mungkin karena itulah tanaman robusta lebih tahan hama dan penyakit.

Namun, untuk soal kandungan lipid dan gula, arabika lebih tinggi daripada robusta. Setelah terurai, kandungan gula yang tinggi membuat rasa kopi lebih asam dan kopi lebih mudah larut.

5. Karakter rasa

Arabika cenderung memiliki rasa yang lebih manis, lembut, dan asam. Ada jejak gula, buah, dan berry dalam rasanya. Sementara itu, robusta yang tinggi kafein terasa lebih pahit, kuat, kasar, berbutir-butir, serta memiliki sisa rasa kacang.

6. Kesimpulan

Pemeliharaan arabika lebih sulit dan hasil panennya lebih sedikit dibanding robusta. Cita rasanya juga lebih disukai banyak orang, sehingga harganya lebih mahal daripada robusta. Makanya, robusta sering dijadikan campuran atau diolah menjadi kopi bubuk instan yang murah.

Namun, arabika tak selalu enak dan bermutu tinggi sedangkan robusta sebaliknya. Semuanya kembali pada selera masing-masing. Robusta berkualitas bagus digunakan sebagai campuran espresso untuk memberikan kekentalan dan crema yang lebih baik.

Sumber

Baca juga : tempat beli kopi murni arabika secara online



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Arabika cenderung memiliki rasa yang lebih manis, lembut, dan asam